PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
NeuropsikologiPsikologi Perkembangan

apraksia okulomotor

oculomotor apraxia

Ringkasan Singkat

Gangguan di mana gerakan mata yang disengaja terhambat, sementara gerakan refleks mungkin tetap utuh.

Apraksia okulomotor (juga disebut apraksia okular) adalah ketidakmampuan untuk memulai gerakan mata sakadik secara sukarela meskipun mekanisme motorik perifer mata berfungsi normal. Individu dengan kondisi ini sering terlihat seolah-olah tidak bisa menggerakkan mata mereka saat diminta untuk melihat suatu benda, namun mata mereka mungkin tetap bisa bergerak secara otomatis mengikuti refleks atau saat mereka memutar kepala.

Ciri khas dari penderita apraksia okulomotor adalah penggunaan gerakan kepala yang cepat (head thrusts) untuk mengompensasi ketidakmampuan mata mereka untuk melompat ke target visual. Kondisi ini dapat bersifat bawaan (kongenital) atau didapat akibat lesi pada area otak yang mengontrol perencanaan gerakan mata. Psikolog klinis perlu mengenali ini agar tidak salah mendiagnosisnya sebagai masalah perhatian atau hambatan intelektual pada anak-anak.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Cogan, D. G. (1952). A Type of Congenital Ocular Motor Apraxia.
  • Harris, C. M., et al. (1996). Ocular Motor Apraxia: A Disorder of Gaze Initiation.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback